Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kritik

Pengalaman Membaca dan Cerita Buat Para Kekasih

Cover Buku Cerita Buat Para Kekasih (agusnoorfiles.wordpress.com) I ni adalah kali pertama saya membaca karya dari seorang Agus Noor. Walau namanya sudah tak lagi asing di jagat kesusastraan Indonesia, saya baru bisa membeli bukunya diakhir tahun 2014. Memang saya adalah pembaca gadungan yang cuma mengerti penulisnya saja, itupun Cuma sekedar nama. Ketika saya sempatkan waktu untuk berkunjung ke toko buku, salah satu buku dengan judul “Cerita Buat Para Kekasih” seakan menyihir saya. Sadar atau tidak tiba-tiba saya membawa buku itu ke kasir lalu membelinya. Padahal uang yang terpakai untuk membeli buku itu harusnya untuk membayar hutang makan di warung bu Siti selama seminggu. Ah, semua orang pasti punya hutang tapi belum tentu mempunyai buku.  Sepulang dari keisengan di toko buku, warung bu Siti kembali jadi tempat favorit untuk memesan kopi dan mulai membaca. Tentu dengan jargon “Nanti tulis di catatan saja bu!”. Sampul putih dengan lukisan seorang wanita memang menarik...

Juragan Haji: Meraih Cerita Pendek yang Kaya Konflik

Cover Buku Juragan Haji  Judul Buku   : Juragan Haji Penulis           : Helvy Tiana Rosa Penerbit        : Gramedia Tahun            : Agustus, 2014 Tebal              : 188 Halaman M emang sudah tampak isi yang akan dicurahkan Helvy Tiana Rosa dalam buku ini. Tema islami akan terlintas pada benak calon pembaca sejak melihat sampul buku yang terpampang di toko. “Juragan Haji” merupakan judul kumpulan cerpen karya Helvy yang terbit di bulan Agustus 2014 lalu. Beliau memang sudah menjadi nama yang kondang dalam jagat sastra, terutama dalam mengangkat tema-tema islam kontemporer dan sosial. Segudang karya yang ditulisnya mendapat perhatian para pemerhati sastra Indonesia bahkan dunia. Selain itu, Helvy juga terbilang aktif dalam perkumpulan serta organisasi seni dan sastra.  Terlepas dari kegiatan dan keseriusan Helvy di dunia kesusastraan, kum...

Once Upon a Time In America : Hembusan Kenangan Kelam Mafia

Walau saya baru tahu bahwa film ini sebenarnya berdurasi 269 menit (4 jam 29 menit), itu tak mengendurkan saya untuk mengagumi film ini.  Masih beruntung saya mendapatkan film dengan durasi 229 menit (3 Jam 49 menit),  karena ada yang lebih mengerikan jika dikaitkan sejarah editing film ini. Film Once Upon Time in America yang rilis di amerika pada tanggal 1 Juni 1984 hanya menyisakan durasi film 139 menit! Bisa di bayangkan betapa sakitnya sang sutradara Sergio Leone ketika melihat filmnya sendiri. Once Upon Time in America adalah film yang dapat membuat penonton mengkerutkan dahi mereka. Pasalnya banyak scene cukup membuat bingung, mungkin pengaruh proses cutting, atau saya yang kurang mengerti isi cerita film ini. Alur film non-kronologis (1920-1960), serta cerita lebih banyak di gambarkan dengan kilas balik. Film ini menceritakan kisah hidup Noodles (Scot Tiller-Robert De Niro) anak jalanan di Kawasan Manhattan yang berjuang bertahan hidup dengan jalan menjadi...

Sekilas Tentang Defamiliarisasi

Dengan meminjam konsep tentang seni dehabitualisasi, Suminto A Sayuti menegaskan kembali tentang fungsi seni. Fungsi seni adalah untuk men-dehabitulize persepsi kita, yakni untuk membuat objek tertentu hidup kembali (Suminto, 2008). Defamilairisasi adalah konsep dimana sastra merupakan bentuk pengecualian kepada kata-kata yang biasa pada umumnya. Defamiliarisasi merupakan lawan dari keakraban, berarti hal-hal yang asing. Bahasa pada sastra juga merupakan hasil kontruksi defamiliarisasi dari pengarangnya. Pada awalnya konsep defamiliarisasi digunakan oleh kaum formalis untuk mempertentangkan karya sastra dengan kehidupan atau kenyataan sehari-hari. Kecenderungan tersebut awalnya hanya digunakan dalam puisi saja, namun di kemudian hari mereka berupaya untuk memadukan unsur defamiliarisasi ke dalam bentuk karya sastra yang lain. Dalam kerutinan ajaran sehari-hari, persepsi kita dan respon kita akan realitas menjadi basi dan membosankan. Menurut kaum formalis, sifat kesastraan muncul s...

Menelaah Kembali Novel Sitti Nurbaya karya Marah Rusli

S iapa yang tak kenal novel Siti Nurbaya? Hampir dapat dipastikan setiap orang yang pernah mengenyam pendidikan formal akan tahu dan familiar dengan novel tersebut. Bahkan masyarakat juga mengetahui tokoh-tokohnya, termasuk tokoh antagonis Datuk Maringgih. Tokoh Datuk Maringgih dalam novel Siti Nurbaya digambarkan sebagai tokoh yang buruk, jahat, keji, dan sebagainya. Ia dianggap sebagai rentenir yang menyusahkan banyak orang dan juga predikat-predikat lain yang negatif terhadap Datuk Maringgih tersebut. Bahkan, sampai novel tersebut diangkat ke layar lebar pun, tokoh Datuk Maringgih tetap digambarkan sebagai tokoh antagonis, yaitu tokoh yang cenderung dipersepsikan negatif oleh sebagian besar orang. Pemahaman seperti itu telah berlangsung bertahun-tahun mengendap dalam paradigma setiap orang. Akan tetapi, seiring perkembangan teori sastra, paradigma tentang Datuk Maringgih mulai bergeser.  Perkembangan teori sastra telah mencapai pada tahap teori kontemporer dengan munc...

Catatan Penguasa Lalat

Sinopsis Penguasa lalat, sebuah novel karangan William Golding, pemenang nobel sastra 1983. Menceritakan anak-anak korban perang yang terdampar di sebuah pulau. Pulau kecil yang tidak berpenghuni. Di dalam pulau itu mereka membentuk kelompok, di ketuai oleh Ralph anak paling besar diantara kawanan. Lalu Jack menjadi orang kedua di dalam kelompok  tersebut, dia sebagai pemburu. Lalu ada Piggy, seorang anak bertubuh gemuk dan berkaca mata, teman terdekat Ralph. Anak-anak ini yakin bahwa mereka akan diselamatkan oleh para orang dewasa pada sauatu hari nanti. Namun, untuk bisa diselamatkan, mereka harus membuat tanda. Ralph dan teman-teman memiliki ide membuat api di puncak gunung. Dan untuk bertahan hidup mereka berburu, kelompok berburu di ketuai oleh Jack. Permasalahan berikutnya, mereka tidak punya tempat tinggal. Kemudian mereka memutuskan untuk membuat tempat tinggal bersama-sama, dari sinilah awal konflik bermula. Jack tidak membantu membuat tempat tinggal, dia juga t...